Imigran Ilegal Pada Rudenin Denpasar

  • Kamis, 13 Februari 2020 - 14:00:06 WIB
  • Administrator

 
Setiap orang mempunyai hak untuk menikmati dan mencari suaka dari adanya persekusi atau penganiayaan di negaranya, bahwa masalah imigran ilegal khususnya masalah pencari suaka di Indonesia ini adalah masalah yang sangat dilematis, disatu sisi dalam menangani masalah ini pemerintah Indonesia belum meratifikasi Konvensi 1951 mengenai Status Pengungsi dan Protokol 1967 (mengangkat batasan Waktu & Geografis) yang merupakan instrumen hukum utama bagi perlindungan pengungsi, disisi lain pencari suaka ini merupakan masalah nasional dan internasional karena menyangkut hak asasi manusia, maka pemerintah dituntut untuk ikut berperan menangani permasalahan pencari suaka melalui pengambilan kebijakan dan penanganannya.
Keberadaan pencari suaka di Indonesia menjadi tanggung jawab kita semua, penanganan imigran ilegal pencari suaka memerlukan kerjasama dengan instansi terkait seperti Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan Kementerian Luar Negeri, juga pihak internasional seperti International Organization of Migration (IOM) dan United Nation High Commisioner of Refugees (UNHCR).
Rumah Detensi Imigrasi Denpasar atau yang biasa disebut dengan Rudenim Denpasar adalah unit pelaksana teknis dibawah Direktorat Jenderal Imigrasi, yang menjalankan fungsi keimigrasian sebagai tempat penampungan sementara bagi orang asing yang dikenai tindakan administratif keimigrasian. Sesuai dengan fungsinya Rudenim Denpasar bersama dengan 12 (dua belas) Rudenim lainnya yang berada di Indonesia merupakan tempat penampungan sementara bagi orang asing yang melanggar peraturan keimigrasian sambil menunggu proses pendeportasian ke negara asalnya atau penempatan ke negara ketiga bagi imigran ilegal pencari suaka.
untitled_500
 
Bahwa masalah dan persoalan hidup dapat membuat orang menjadi jenuh, tertekan, stress dan bahkan mendorong untuk berbuat hal-hal anarkis dan kekerasan, begitu pula dengan deteni pencari suaka yang berada pada Rudenin karena deteni pencari suaka ini bukan seperti deteni lainnya (deteni imigratoir). mereka tidak dapat langsung dideportasi, karena mereka harus menunggu proses penentuan status pengungsi yang selanjutnya ditempatkan di negara ketiga oleh UNHCR
Untuk mengatasi dan mengantisipasi hal-hal tersebut Rudenim Denpasar sesuai dengan tupoksinya, selain kegiatan rutin yang ada juga membuat kegiatan-kegiatan positif seperti :
 
 senam_400 yoga
 Kegiatan Senam Kegiatan Yoga
 pertandingan_voli tenis
 Pertandingan Voly Pertandingan Tenis Meja
ceramah_ garden
 Pembinaan Mental Agama Kegiatan Berkebun
 cleaning_day kegiatan_belajar
 Cleaning Day Kegiatan Belajar Mengajar
 
 
Oleh.
 
Made Nur Hepi Juniartha, A.Md.IM.SH

  • Kamis, 13 Februari 2020 - 14:00:06 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya