Rudenim Denpasar Deportasi Satu Orang Warga Negara Bulgaria Pelaku Skimming dan Satu Warga Negara Malaysia Penyelundup Narkoba

  • Sabtu, 15 Januari 2022 - 07:44:13 WIB
  • Administrator
Rudenim Denpasar Deportasi Satu Orang Warga Negara Bulgaria Pelaku Skimming dan Satu Warga Negara Malaysia Penyelundup Narkoba

Mangupura, Jumat (14/01), Rumah Detensi Imigrasi Denpasar mendeportasi dua orang warga negara Bulgaria dan Malaysia. RIT (49) warga negara Bulgaria dan GVL (38) warga negara Malaysia dikawal oleh petugas Rumah  Detensi Imigrasi Denpasar menggunakan maskapai Batik Airlines ID6051 pukul 09.50 WITA dengan tujuan Denpasar - Jakarta. Setibanya di Jakarta, setelah melakukan proses administrasi check in dan peneraan cap keimigrasian oleh TPI Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Soekarno Hatta RIT diberangkatkan dengan pesawat Emirates dengan nomor penerbangan EK 357 dengan tujuan Jakarta (JKT) - Dubai (DXB) - Sofia (SOF) pada pukul 17.40 WIB sedangkan GVL (38) tersebut dideportasi dengan pesawat Malindo Airways dengan nomor penerbangan OD 349 dengan tujuan Jakarta (JKT)- Kuala Lumpur (KUL) pada pukul 17.15 WIB.

Dua WNA tersebut dikawal ketat oleh empat petugas dari Rumah Detensi Imigrasi Denpasar sampai dengan Bandara International Soekarno Hatta dengan yang terdiri dari 2 orang petugas pengamanan deteni, operator komputer, dan petugas penyusun laporan dan hasil evaluasi Rudenim Denpasar.

Keduanya diketahui, RIT (49) warga negara Bulgaria dan GVL (38) warga negara Malaysia tersebut merupakan orang asing yang diserahkan oleh Lapas Kerobokan kepada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai. RIT (49) telah selesai menjalani masa hukuman pidananya yang melanggar Pasal 30 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan diserahterimakan ke Rumah Detensi Imigrasi Denpasar pada tanggal 29 Desember 2021 sedangkan GVL (38) telah selesai menjalani masa hukuman pidananya yang melanggar pasal 113 Ayat 2 Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan dalam rangka menunggu proses deportasi ke negara asalnya.

RIT (49) sudah didetensi selama 16 hari dan GVL (38) didetensi selama 56 hari. Sebelum diberangkatkan, RIT dan GVL terlebih dahulu sudah melakukan PCR test dengan hasil negatif sehingga dapat dilakukan pendeportasian sesuai dengan jadwal. Setelah RIT (49) dan GVL (38) dideportasi kepadanya akan dimasukkan dalam daftar penangkalan ke Direktorat Jenderal Imigrasi.

  • Sabtu, 15 Januari 2022 - 07:44:13 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya